KEDEWASAAN SOSIAL
Kedewasaan Sosial ialah kemampuan untuk secara efektif menavigasi dan bernegosiasi serta berhubungan dalam sebuah interaksi dan lingkungan sosial. Menurut ilmuwan data Ross Honeywill, kedewasaan sosial adalah gabungan dari kesadaran diri pribadi seorang manusia dan kesadaran sosial, evolusi keyakinan sosial dan sikap, serta kapasitas dan kemampuan mengelola perubahan sosial yang kompleks. Definisi pertama kedewasaan sosial oleh seorang ilmuwan yaitu Edward Thorndike pada tahun 1920 adalah suatu "kemampuan untuk memahami dan mengelola laki-laki dan perempuan dan anak perempuan, untuk bertindak bijaksana dalam hubungan manusia". Dalam masyarakat, menurut saya ada 5 tingkatan level kedewasaan sosial dari seorang manusia bisa diukur. Berikut penjabarannya:
1. Level I
Adalah level Asosial, merupakan kelompok orang-orang yang menghindari dan tidak peduli pada hal-hal yang terjadi di masyarakat. Kelompok ini adalah orang dengan tingkat ego yang tinggi sehingga kelompok ini tidak terlalu dianggap dan diperhatikan masyarakat. Oleh karena itu dia berusaha untuk mendapatkan perhatian atau setidaknya eksistensi dirinya diakui di masyarakat yang membuat mereka akan menjadi pribadi yang narsistik. Dia tidak peduli tentang hal lain, yang dia pedulikan adalah semua hal yang berkaitan dengan dirinya sendiri.
2. Level II
Level kedua adalah orang orang yang peduli pada hal-hal yang terjadi di publik, tetapi ia lebih fokus kepada hal Negatif. Sama seperti yang berada di level 1, orang-orang seperti ini cenderung diabaikan masyarakat karena perilakunya itu. Oleh karena itu ia akan berusaha mencari perhatian lebih untuk dirinya yang menyebabkan ia mencari validitas dengan berusaha mencari-cari kesalahan orang lain untuk menunjukkan bahwa setidaknya ia dan orang yang dimaksud itupun bisa melakukan kesalahan yang sama atau menunjukkan kesalahan yang dibuat dirinya tidak seburuk yang dilakukan orang lain.
3. Level III
Perlu anda ingat, orang-orang yang saya paparkan pada level 1 dan 2 adalah kelompok yang jumlahnya minoritas pada suatu masyarakat. Di level ketiga adalah level mayoritas yang ada di masyarakat. Level ketiga adalah orang-orang yang peduli pada hal-hal yang terjadi di publik, tapi mereka sangat fokus atau memberikan perhatian yang lebih kepada pribadi seseorang dari seharusnya. Mereka adalah orang-orang yang cenderung suka bergosip dan tidak bisa membedakan mana ranah publik dan mana ranah Pribadi yang harus diberikan batasan dalam menerima sebuah informasi. Jadi ketika menerima sebuah informasi, mereka cenderung lebih fokus kepada instrumen pribadi dibandingkan ranah publik yang menjadi hak mereka.
4. Level IV
Jika anda merasa sudah sampai di level ini, selamat anda adalah golongan orang-orang yang bijak. Level keempat adalah orang-orang yang ketika menerima informasi mereka bisa mengolah dan tahu batasan mana ranah publik dan mana ranah pribadi yang tidak perlu diketahui. Anda sudah sampai level ini menandakan kecerdasan sosial anda sudah tinggi, selamat sekarang anda adalah manusia sejatinya. Orang-orang di level ketiga biasanya akan berghibah, maka orang-orang di level keempat akan mengambil Hikmah yang bisa mereka jadikan bahan pelajaran untuk diri mereka sendiri.
5. Level V
Ini adalah level terakhir dari kecerdasan sosial seorang manusia. Anda sampai pada tahap level keempat saja sudah baik. Jadi level kelima adalah orang yang fokus pada diri mereka sendiri. Bukan, ini sangat berbeda dengan orang yang di level 1. Orang-orang pada level ini telah memiliki sebuah kesadaran bahwa mereka harus bisa bermanfaat bagi orang lain. Jadi mereka tidak hanya akan diam saja akan hal-hal yang terjadi di publik, mereka akan action, mereka akan mencari dan menemukan sebuah Solusi untuk hal-hal itu jika hal ini memiliki dampak buruk bagi kehidupan orang banyak. Sehingga mereka akan kurang memerhatikan kenyaman diri mereka sendiri dan lebih memikirkan kenyamanan publik.
Jadi itulah penjabaran dari saya. Perlu diingat ini bukan untuk menjudge seseorang itu memiliki kecerdasan sosial yang buruk. Tapi jadikan ini sebagai bahan Evaluasi sudah sampai dimana kita berkembang dan jika masih kurang, maka kita perlu meningkatkan kualitas diri kita agar menjadi seorang manusia seutuhnya sesuai yang dikehendaki sang Pencipta melalui ajaran agamanya.

halo warga, ini yang pertama
BalasHapus